Me & Life After My Birth...

"Life is full of options, but I will not decide"

Sit, Write & Decide?

Another hot boring night!

Here I am, trying very hard to pull myself away from this state of extreme dullness. Like yesterday, and like the day before yesterday, there's no interesting program on the TV (really need to re-evaluate the purpose of subscribing this so called "macam2 ada" cable TV). Ah! Got myself stuck-in this ring of deception again! Anyway, let forget about my never-ending dilemmas, what is more important - Arsenal is going to face Man U tomorrow morning at Emirates Stadium, yeah! Let see what will be the outcome tomorrow! So, got a big thing to be discuss tomorrow with my two die-hard fans of Man U!

Been thinking for the past few days - when I was resting myself on my aging couch. Few things crossed my mind and I really need to address those. 1st, I have to change my blog dressing, which, hmm.. I did, and really like the new colors and concept. Secondly, I really need A BREAK! God! I have spent most of my last 10 months stucked in my damn cubicle and staring at my depreciating screen. I really need to revisit my plan to detach myself from the ordinary thing, yes, project PIN is about to be re-activated. And, tomorrow, this plan will be highlighted and digested over the lunch. Can't wait!

Third thing to do is? - need to call for a meet-up with my old buddies. When was the last meet-up? Ugh, barely recall. More than 5 weeks ago, I guess. Looking forward for it, cause there will always good stories to be tell and shared among us. No damn-job-related topics, that is always the rule. It always good to have this nonsense-session where illogical matters seems to be the centre of discussion. Ehehe, what am I talking? I guess, my S10 screen is just to small, and that affecting my brain. Can't think!

Fourth thing - got to get myself a secondary LCD monitor for my S10. Can't go on staring at my 10 inch monitor, I will go blind one of these days. Already have a couple of options in my head, hmm.. that would cost me another RM370 to RM45o, depending on my mood and how well the amoi can please me (smug face). I should have took this matter into consideration before buying this tiny S10. Hmm...

Fifth - my most anticipated purchase of the year! My first DSLR camera. It is the choice between Nikon D60 or Canon EOS 450D. Can't wait for the day. Already made my research on the pros and cons, ehehe.. and now waiting for my personal advisor to say, "Dude, today is the day where your dream is about to be real!" Ahaks! That gonna cost me another thousands!

Six? Ah, should I continue with this long "what-to-do" list?

I guess, it is time to put a stop. Should continue this in future posting, so atleast I will still have something to write about. Something! Chiao!

Aku.. Kini & Sepotong Memori

Sebulan yang lalu, ketika posting terakhir ditulis, segalanya berbeza. Emosi dan perasaan ketika itu adalah berbeza. Malam itu berbeza. Cuaca juga berbeza. Dan, ketika posting itu ditulis, pemerintah juga berbeza. Kalau ketika itu, negara diterajui oleh Pak Lah and the gang, sekarang Najib berkuasa. Kalau ketika itu Tun Mahathir bukan lagi seorang ahli UMNO, kini, segalanya berubah, borang keahliannya telah dihantar, sejurus Pak Lah melepaskan tampuk pemerintahan. Ironi huh? Ah, pedulikan semua itu. Perkara berubah, seiring dengan masa. Manusia berubah. Politik? Kalau semalam menyokong parti permerintah, hari ini manusia berubah memilih pembangkang. Manusia dengan agendanya dan kepentingannya. Bila agenda berubah, kepentingan terusik, manusia turut berubah.

Dan tak lupa, jalan kat kampung pun sudah mula berubah wajah. Dah lebih 40 tahun, seusia kakak sulungku, jalan itu tak pernah berubah, kalau ada pun, perubahannya amat sedikit, mungkin cuma 2%. Walaupun sudah berpuluh wakil rakyat bertukar-ganti, keadaan jalan itu masih sama. Sempit dan berdebu merah. Bolehlah dikatakan, modenisasi seolah satu kata keramat, yang hanya disebut sekali dalam pusingan abad. Jujur, pernah terdetik di hatiku yang kadangkala bergelora ini, lebih baiklah daerahku ini diperintah oleh seekor beruk, kerna binatang kecil itu tidak dikurniakan akal untuk berfikir. Aku rela diperintah beruk yang tak berakal dari diperintah manusia yang tak mampu menggunakan akal fikiran. Lantang sangat tu. Marah dan dendam! Lantas, justifikasi itu kusimpan dalam-dalam disudut hatiku, panas, membara! Dan tak kala pemerintah bijak itu berbicara tentang Selangor maju tahun 2005, berbicara tentang internet, tentang jalur lebar dan tentang impiannya untuk merealisasikan imaginasi melampaunya, daerahku ini masih seperti ketika kakak sulungku berusia 1 tahun. Tercicir dari imaginasinya. Dan, jujur, masih banyak daerah dinegeriku yang masih terpinggir. Jangan bicara pasal jalur lebar, jangan lah bicara tentang internet, tentang teknologi, kalau keperluan asas masih lagi ditagih. Jangan bicara pasal melayu glokal kalau muka masih berbedakkan debu!

Hmm.. masih ingat aku, ketika berjalan balik dari sekolah, dijalan sempit dan berdebu itu, dengan beg hijau berharga tak lebih RM10, dijunjung atas kepala menghalang panahan cahaya mentari terpajak 90 darjah. Sambil mulutku menghisap sisa-sisa manis gula-gula 5 sen yang aku beli dikedai Haji Sitam. Sejauh 1.6km. Di jalan itulah. Dan debu-debu itulah. Ah, itu 24-25 tahun yang lalu. Ketika itu aku masih mentah dan jahil ilmu. Dan ketika itu, kamus tatabahasaku terlalu amat sedikit. Perkataan Modenisasi tertalu asing buatku. Dan jalan itu adalah separuh dari duniaku. Syukur, ketika aku tidak pandai mengeluh, tidak seperti aku sekarang. Kalau adapun, terlalu amat sedikit berbanding sekarang. Mungkin itulah harga yang harus aku dibayar. Harga sebuah kematangan.

Semalam, segalanya berubah.

Jalan itu berubah. Lebar dan berpasir. Debu putih itu seolah membasuh segala apa yang terbuku dalam hati setelah sekian lama. Dan seolah ada harapan. Walaupun mungkin hanya sekecil hablur pasir itu, aku kembali membina asa-asas harapan yang segalanya mungkin akan berubah. Dan, mungkin jalan itu akan menjadi titik permulaan untuk sesuatu yang lebih besar. Pembaharuan yang besar ertinya. Yang mungkin terlalu besar buat mereka yang menetap di daerah berdebu itu. Buat mereka yang rata-ratanya berada diakhir kitaran hidup. Dan mungkin pembaharuan yang mampu menghakis kenanganku pada jalan sempit dan berdebu itu. Kembali mengharap. Penantian selama lebih 40 tahun ? Itulah harganya.

Alhamdullillah!